Demo image

Kamis, 14 Februari 2013

Ucapanku Palsu

Tak sama, disaat rasa tlah hambar
Tak sama disaat telah memudar
Tak sama apa yang kukatakan tentang hatiku

Sembunyi dibalik dinding yang rapuh
Tutupi yang aku tahu tak pasti
Meyakinkan bahwa ku masih berdiri
Dengan bualan kosong tak akan berarti

Ucapanku palsu ... lirih hati seakan membisu
Tuk memanggilmu
Sampai sudut asaku masih kah tersesat
Dalam sketsa hati yang tercipta
Bebaskan diriku dari larut itu

Cerita Yang Tlah Hilang

Tenang laju awan disana
Iringi setiap langkah ku
Tuk tinggalkan sebuah cerita yang tlah hilang
Dan kini tlah hilang
Sadar ku datang tuk berhenti
mungkin aku tak mengerti
Tuk tinggalkan sebuah cerita yang tlah hilang
Dan kini tlah hilang

Dan aku mencoba berkelit melawan rasa yang masih tersimpan kini
Dan sepi tetap disini menemani hari-hari masih ku lewati

Kurasakan sesak
Bila rasa ku tlah mati
biarkan usang terusap
tersimpan karena ku tahu semua tlah berlalu

Tinggi

Kan ku mengerti meski tak dapat kupahami
Kan ku lewati walau lelah kan kudapat
Terasa sempit untuk terdiam ku disini
Terlihat tak sejalan tanpa imaji ku

Tinggi ku tlah terlepas tertuju tanpa arah pasti
Senyapku tlah terlelap begitu erat mendekap mimpi

Tak banyak kata cukup menuruti inginku
Seakan tak peduli ... ini duniaku
Tlah banyak hal terlintas dalam pikiran ku
Masih terasa angkuh hindarkan tuk rapuh

Ku coba pecahkan misteri semu
Menghantui jiwaku
Mencari celah menghampiri bayang mu
Ku coba patahkan ragu yang lalu
Membuatku terpaku
Hanya redupkan ilusi...Mungkinkan kenyataan aku rasakan

Jumat, 08 Februari 2013

Cerita Mini Ku

Nama saya Roki Sugianto (22 Tahun) anak ke dua dari dua bersaudara tumbuh dan dibesarkan di Kota Tasikmalaya bersama kelurga tercinta yang selalu saya banggakan karena sikap demokrasi mereka, orang-orang terdekat biasa memanggil saya "Oky". Setelah lulus dari SMA, saya di ajak paman untuk bekerja  di Cikarang dan saya pun mengikutinya. Saya tinggal dirumah paman bersama keluarganya kurang lebih setahun dan kemudian memutuskan untuk tidak tergantung kepada mereka.Disini saya sangat beruntung karena di pertemukan dengan sahabat-sahabat yang sangat baik.
Saya suka seni lukis, seni sastra, musik, film,dan teknology namun yang paling dominant adalah musik, karena mungkin dari kecil telinga saya sudah terbiasa disuguhi gesekan dawai harmonis dari seorang vionis yaitu kakek saya sendiri. Meskipun kakek saya seorang vionis, tapi saya kurang berminat untuk memainkan alat musik tersebut. Malu sendiri rasanya kalau mengingat masa dimana saat itu saya merengek rengek ingin dibelikan sebuah gitar akustik kepada orang tua saya dan akhirnya keinginan ku dituriti juga. Pertama kali saya bisa memainkan gitar waktu itu saya mainkan lagu virus dari slank, waktu itu saya masih duduk di bangku kelas 5 SD dan saya sangat senang sekali bisa memainkan full lagu tersebut walaupun agak berantakan chordnya. Disela aktifitas kerja dan kuliah, tak banyak yang saya lakukan selain menulis lirik lagu, memainkan gitar, dan menyalakan notebook. Saya adalah orang yang agresif tapi pasif, saya tidak suka banyak bicara dan memang saya kurang komunikatif,saya senang berdiam diri, saya senang berkhalayal,saya adalah perokok,saya suka semua jenis aliran musik,saya selalu dingin dan cuek,saya bukan pengidola sejati untuk para RockStar karena rasa pengidolaan ku selalu angin anginan, saya bukan orang yang rapi 'itu bisa dilihat dari tulisan tanganku',saya termasuk orang sensitif tapi jarang di ungkapkan dan selalu membiarkan meledak dalam hati, saya suka melebih lebihkan hal sepele, saya senang beropini tanpa alasan yang kuat selain dari pada kejujuran semata. Hal yang paling menyebalkan bagi saya adalah orang yang selalu mencari kesalahan pada diri saya, terpaksa harus bilang  f**k y** kepada semua orang yang gak menghargai diri saya sebagai manusia.
Di sini saya mempunyai band dan bongkar pasang personel di dalam band bagi saya sudah tidak aneh lagi.
Saya sependapat dengan kata bijak Kurt Cobain mengenai tujuan untuk membentuk sebuah band :

"I just can't believe that anyone would start a band just to make the scene and be cool and have chicks. I just can't believe it."
(Gw gak bisa percaya kalo ada orang yang memulai bikin band hanya karena ingin bikin film, jadi keren dan punya banyak cewek. Gw hanya gak bisa percaya itu)

Motivasi dia utk bikin band dan bermusik bukanlah untuk itu. Musik bagi dia adalah sarana untuk menyampaikan apa yang dia fikir dan rasa. Media untuk bisa menyampaikan pesan. Bukan untuk jadi beken yang dia cari. Mungkin karena itu dia mengakhiri hidupnya, karena tidak bisa mengatasi efek dari popularitas yang begitu mengganggu jiwanya.

Bagi orang sekilas memang  kedengaran naif, siapa sih yang gak mau populer, tapi itulah misteri hidup kadang terlihat absurd dan tergantung naluri dari setiap manusia itu sendiri bagaimana dia menjalani hidup sesuai apa kata hatinya yang menurut dia benar.